Warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus menghadapi krisis air bersih selama sekitar empat bulan akibat kemarau panjang. Kesulitan itu mendorong Kapoksi Gerindra Komisi XII DPR RI H. Rokhmat Ardiyan, M.M., menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
Bantuan disalurkan pada Jumat (2/10/2026) menggunakan dua unit truk tangki dengan muatan puluhan ribu liter air. Penyaluran dipusatkan untuk warga Dusun Puhun dan Dusun Wage, dua wilayah di Desa Kawungsari yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Sumur dan Pasokan PAM Mengering
Sejak pagi, warga datang ke lokasi pembagian dengan membawa wadah masing-masing. Galon, jeriken, ember, hingga drum digunakan untuk menampung air yang mereka terima. Proses penyaluran berlangsung tertib dengan melibatkan perangkat desa dan tim pendamping.
Kemarau yang berlangsung berbulan-bulan membuat sejumlah sumur warga mulai mengering. Sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin terbatas. Pasokan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) yang bersumber dari mata air juga ikut terganggu karena mengalami kekeringan.
“Sudah 4 bulan ini warga Desa Kawungsari kekeringan air. Air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) yang biasanya kami nikmati dari mata air, kini juga sudah kering,” ujar seorang warga saat mengantre bantuan.
Situasi tersebut memaksa masyarakat mencari sumber air alternatif. Warga juga harus mengatur pemakaian air dengan lebih ketat agar persediaan yang dimiliki dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Bantuan Dinilai Meringankan Beban Warga
Warga menyambut baik bantuan yang diberikan Rokhmat. Seorang tokoh masyarakat Desa Kawungsari menyampaikan apresiasi karena pasokan air itu dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kekeringan.
“Mewakili warga, saya sangat berterima kasih kepada Pak H. Rokhmat Ardiyan, Anggota DPR RI, atas bantuan air bersih ini. Sangat-sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Kaur Keuangan Desa Kawungsari Ruswan mengatakan, bantuan tersebut meringankan kesulitan warga yang selama empat bulan terakhir menghadapi keterbatasan air bersih.
“Selama 4 bulan musim kemarau ini, warga kami sangat kesulitan. Kiriman air bersih ini sangat membantu. Saya ucapkan beribu-ribu terima kasih,” ujar Ruswan.
Penyaluran puluhan ribu liter air itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga selama kekeringan masih berlangsung. Bantuan tersebut menjadi respons atas kondisi sumber air yang terus menurun di Desa Kawungsari.
Selain bantuan darurat, Rokhmat Ardiyan diharapkan terus mendorong penanganan kekeringan secara berkelanjutan, termasuk melalui penguatan akses terhadap sumber air bersih dan pembangunan infrastruktur penyediaan air di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.








