Tren Perawatan Kulit 2026: Skincare Berlapis ke Facial Praktis
Jakarta, VIVA – Perubahan gaya hidup masyarakat urban turut memengaruhi cara orang merawat kulit. Jika beberapa tahun lalu tren kecantikan identik dengan penggunaan skincare berlapis-lapis atau rutinitas panjang yang memakan waktu, kini konsumen mulai mengarah pada pola perawatan yang lebih sederhana, praktis, dan efisien.
5 Fakta Menarik XERF untuk Mengencangkan Kulit: Cara Kerja hingga Pendapat Dokter Kecantikan
Perawatan kulit tidak lagi hanya soal hasil akhir, tetapi juga soal kenyamanan menjalani rutinitas di tengah aktivitas harian yang padat. Fenomena ini diperkirakan akan semakin kuat memasuki 2026. Banyak konsumen mulai mengurangi tahapan skincare yang dianggap terlalu kompleks dan beralih pada metode perawatan yang lebih realistis untuk dijalani secara rutin. Konsep “skin minimalism” atau perawatan secukupnya pun terus berkembang, terutama di kalangan generasi muda yang lebih mengutamakan efektivitas dan fleksibilitas.
Pedal Rem Mobil Terasa Aneh? Bisa Jadi Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan
Selain faktor kesibukan, meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan kulit juga membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih perawatan. Konsumen kini cenderung mencari treatment yang tidak membutuhkan waktu pemulihan panjang, memiliki durasi jelas, dan mudah dimasukkan ke dalam jadwal harian mereka. Facial yang sebelumnya identik sebagai perawatan menjelang acara penting atau ketika muncul masalah kulit tertentu, kini mulai dipandang sebagai bagian dari self-care rutin.
Ketika Perawatan Estetika Kini Jadi Gaya Hidup
Perubahan perilaku ini juga sejalan dengan pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia. Data Kantar menunjukkan kategori beauty di Indonesia tumbuh 16 persen secara tahunan dan berkembang empat kali lebih cepat dibandingkan kategori FMCG secara keseluruhan. Laporan tersebut juga memperlihatkan meningkatnya perhatian konsumen terhadap skincare, at-home treatment, hingga wellness.
Kebiasaan generasi muda dalam merawat kulit turut memperkuat tren tersebut. Survei Populix terhadap 1.100 milenial dan Gen Z di Indonesia menunjukkan sebanyak 59 persen responden membeli produk skincare setiap satu hingga tiga bulan sekali. Produk yang paling sering dibeli meliputi cleanser sebesar 63 persen, sunscreen 54 persen, moisturizer 51 persen, dan serum 33 persen. Angka itu menunjukkan bahwa perawatan kulit kini semakin melekat sebagai kebiasaan rutin sehari-hari. Di tengah perubahan tersebut, konsep facial praktis mulai banyak diminati karena dianggap mampu menjawab kebutuhan konsumen modern. Salah satunya adalah facial berdurasi singkat sekitar 30 menit yang dirancang agar dapat dilakukan secara berkala tanpa mengganggu aktivitas harian maupun menimbulkan downtime.
Halaman Selanjutnya
Pendekatan ini diterapkan melalui konsep The Routine Facial yang mengedepankan efisiensi namun tetap mempertahankan unsur personalisasi. Salah satu layanan yang mengusung konsep tersebut adalah Face Liff dari Liff. Treatment facial noninvasif ini dirancang untuk dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit dengan kombinasi facial signature serta personalized serum melalui konsep Serum Bar.












