Pada kuartal I 2026, Apple tetap mendominasi pasar ponsel pintar global, unggul dari pesaing utamanya Samsung. Keberhasilan ini didukung oleh kesuksesan seri iPhone 17 yang terus menarik minat konsumen. Meskipun kondisi ekonomi global tidak ideal, Apple berhasil mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, Samsung mengalami penurunan penjualan sebesar 6 persen, sebagian disebabkan oleh penundaan peluncuran Galaxy S26 series dan performa yang kurang memuaskan pada produk entry-level. Namun, rekor penjualan awal Galaxy S26 menunjukkan adanya potensi pemulihan pada kuartal berikutnya.
Xiaomi, sebagai produsen smartphone ketiga terbesar, juga menghadapi tantangan serius dengan penurunan penjualan sebesar 19 persen. Ketergantungan pada perangkat kelas bawah dan krisis komponen semikonduktor menjadi faktor utama dalam penurunan tersebut. Oppo dan Vivo mengalami penurunan 4 persen dan 2 persen masing-masing, sementara beberapa produsen lain mengalami penurunan hingga 10 persen.
Untuk mengatasi dampak kenaikan harga komponen, produsen perangkat berfokus pada strategi nilai daripada volume. Upaya untuk merampingkan portofolio produk, menghilangkan model dengan margin rendah, dan memanfaatkan pasar perangkat rekondisi diharapkan dapat mempertahankan profitabilitas di masa depan. Industri ini diprediksi akan terus berjuang hingga akhir tahun 2026, dengan efisiensi dan pembaruan konfigurasi perangkat keras sebagai kunci utama untuk tetap bersaing di pasar yang semakin ketat.












