Berita  

Potensi Kenaikan Biaya Haji 2026 dan Konflik Timur Tengah: Sorotan Komisi VIII DPR RI

Abdul Wachid, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, menyoroti kondisi geopolitik di Timur Tengah yang memanas, terutama konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurutnya, situasi ini berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia dan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang dapat meningkatkan biaya penyelenggaraan ibadah haji. Komisi VIII meminta penjelasan mengenai potensi kenaikan biaya haji, komponen kenaikannya, serta sumber pembiayaannya.

Selain biaya, Komisi VIII juga menanyakan kesiapan teknis penyelenggaraan haji, termasuk kesesuaian kontrak layanan yang telah ditandatangani dengan hasil rapat kerja sebelumnya. Mereka juga menyoroti konsep pelaksanaan murur dan tanazul dalam haji tahun ini, termasuk jumlah jemaah yang akan mengikuti skema tersebut dan rencana mobilisasi serta sosialisasinya.

Komisi VIII juga memberikan perhatian pada kesiapan fasilitas di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Mereka menilai bahwa masih belum ada progres signifikan dalam penyediaan beberapa fasilitas penting, seperti maktab yang belum dipaving block, kurangnya jumlah toilet untuk jemaah perempuan, dan fasilitas penunjang lainnya yang belum siap. Wachid menekankan pentingnya membenahi aspek-aspek tersebut agar ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Abdul Wachid berharap agar Kementerian Haji dan Umrah memberikan penjelasan komprehensif dan memastikan semua persiapan sesuai rencana demi kelancaran ibadah haji 2026.

Source link