Berita  

ASN-Karyawan Swasta WFH: Durian Runtuh Bisnis Ini

Kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu tidak hanya memengaruhi pola kerja, tetapi juga membawa peluang bagi berbagai sektor usaha. Sektor digital, seperti teknologi dan layanan online, diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan ketika WFH diterapkan. Menurut Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, penurunan mobilitas sering kali berdampak pada peningkatan layanan berbasis digital. Hal ini bisa dijadikan momentum untuk mempercepat transformasi digital di dunia bisnis. Namun, tidak semua sektor bisnis akan merasakan manfaat dari kebijakan WFH. Sektor-sektor yang mengandalkan kehadiran fisik pekerja dan operasional lapangan, seperti manufaktur, logistik, dan ritel mungkin akan menghadapi tantangan. Fleksibilitas dianggap kunci utama agar kebijakan WFH tidak menganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan kebijakan WFH untuk ASN, diikuti oleh pekerja swasta, BUMN, dan BUMD. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dampak gejolak harga energi global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa WFH merupakan bagian dari transformasi budaya kerja nasional. Pada Rabu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menetapkan kebijakan WFH juga berlaku untuk pekerja swasta, BUMN, dan BUMD sebagai imbauan. Beberapa sektor seperti kesehatan, energi, dan transportasi dikecualikan dari kebijakan ini untuk menjaga kelangsungan operasional. Itulah implementasi kebijakan WFH satu hari dalam seminggu yang sedang diterapkan di Indonesia.

Source link