Berita  

Pastikan Stok BBM Aman: Himbau Masyarakat Tetap Tenang

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM. Hal ini diungkapkan oleh Bambang Haryadi dalam konferensi pers setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Dirjen Migas Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, serta Dirut PT Pertamina Patra Niaga di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Bambang Haryadi menjelaskan bahwa tren harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan, dari sekitar 114 dolar AS per barel menjadi sekitar 94 dolar AS per barel, atau turun sekitar 17 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, termasuk adanya sinyal gencatan senjata antara AS dan Iran.

Menyikapi hal ini, Bambang berharap bahwa dengan adanya gencatan senjata tersebut, harga minyak akan terus turun. Ia juga mengimbau agar pihak-pihak yang ingin menciptakan ketidaktenangan di masyarakat untuk berhenti.

Penurunan harga minyak dunia ini dipandang sebagai langkah yang mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri. Bambang menilai kebijakan tersebut tepat untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.

Di tengah informasi yang tersebar di media sosial, Bambang mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menyoroti kasus hoax terkait kenaikan BBM yang menyebabkan panic buying di masyarakat.

Untuk itu, Bambang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat. Ia menegaskan pentingnya menyampaikan informasi yang benar, terutama di era media sosial yang rentan terhadap informasi palsu.

Source link