Berita  

Optimalisasi Energi Baru Terbarukan di Jawa Barat oleh Rokhmat Ardiyan

Rokhmat Ardiyan, Anggota Komisi XII DPR RI, menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program elektrifikasi nasional bersama General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat. Menurutnya, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan konsumsi energi tertinggi di Indonesia memerlukan perhatian khusus dalam sektor kelistrikan. Pertumbuhan industri yang pesat di wilayah tersebut membuat ketersediaan dan keandalan listrik menjadi faktor krusial dalam mendukung stabilitas ekonomi dan investasi.

Dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi XII di Bandung, Rokhmat memastikan bahwa kapasitas pasokan listrik di Jawa Barat sangat memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi baru. Dengan kapasitas listrik mencapai 16.000 Megawatt (MW) dan penggunaan saat ini sebesar 8.900 MW, Jawa Barat memiliki cadangan listrik yang besar untuk menopang investasi baru hingga tahun 2029-2030.

Selain itu, Rokhmat juga mengapresiasi pencapaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Barat yang mencapai sekitar 34 persen. Capaian ini sejalan dengan visi kedaulatan energi Presiden Prabowo Subianto, yang mengusung energi yang berkeadilan dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya akses listrik untuk semua masyarakat setelah 80 tahun Indonesia merdeka. Sebagai langkah nyata, bersama PLN, Rokhmat telah melaksanakan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis untuk ribuan rumah masyarakat kurang mampu di daerah pemilihannya. Ia mengapresiasi respons cepat GM PLN Jawa Barat terhadap program ini sehingga dapat dilaksanakan dengan lancar.

Source link