Berita  

Revitalisasi Petani, UMKM, dan Ibu Rumah Tangga oleh Prabowo

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak bangsa, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat. Hal ini terutama terlihat dalam dukungan bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat kecil. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Peresmian dan Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta.

Menurut Prabowo, kehadiran SPPG telah menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan permintaan terhadap produk pangan lokal. Ia menjelaskan bahwa setiap SPPG dapat menyerap sekitar 50 tenaga kerja dan membutuhkan suplai telur, daging ayam, sayur, dan bahan pangan lainnya setiap harinya. Hal ini berdampak positif dalam mendukung petani kecil dan UMKM.

Dikatakan bahwa sebelumnya petani sering mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka, namun dengan adanya program MBG, hasil produksi petani dapat terserap secara berkelanjutan. Selain itu, program ini juga memberikan peluang kerja bagi ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, yang pada gilirannya akan membantu suami dan anak-anak mereka.

Hingga saat ini, MBG telah menjangkau lebih dari 60,2 juta penerima manfaat dan didukung oleh sekitar 23 ribu SPPG yang tersebar di 38 provinsi. Program ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas dukungan aktifnya dalam program ketahanan pangan nasional melalui pembangunan gudang pangan dan pengelolaan SPPG.

Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, ekonomi rakyat harus tumbuh dari bawah dan negara harus hadir untuk memastikan tidak ada rakyat yang tertinggal.

Source link