Berita  

Prabowo Tutup 1.000 Tambang Ilegal: Langkah Berani untuk Lingkungan

Pada ajang The World Economic Forum (WEF) 2026, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Indonesia dalam menentang praktik ilegal dengan menindak 1.000 tambang ilegal di berbagai wilayah. Langkah ini diakui sebagai tindakan penegakan hukum paling berani dan tegas dalam sejarah Indonesia. Dalam pidatonya di Davos, Swiss, Prabowo menyampaikan bahwa meskipun telah menutup 1.000 tambang ilegal, masih banyak tambang lain yang perlu ditindak. Selama satu tahun masa pemerintahannya, pemerintah berhasil menyita 4 juta hektare lahan ilegal, serta mencabut izin dari 28 perusahaan yang melanggar hukum. Capaian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum di sektor kehutanan dan sumber daya alam. Selain itu, Prabowo juga menyoroti penyelewengan dalam tata kelola bahan bakar minyak dan minyak mentah, serta menantang pengusaha yang terlibat untuk mencoba suap di pemerintahannya. Meskipun dihadapi oleh 666 perusahaan yang diduga melanggar hukum, Prabowo tetap teguh dalam keyakinannya bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi. Dengan keberanian dan ketegasan, Indonesia berkomitmen untuk memberantas praktik ilegal demi keadilan dan supremasi hukum yang lebih baik di masa depan.

Source link