Fraksi Partai Gerindra menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sangat penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan delapan program prioritas (Asta Cita). Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, menegaskan hal ini saat membacakan pandangan fraksi tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI. RAPBN 2026 dianggap sebagai kesempatan awal dalam mewujudkan visi Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur. Fraksi Gerindra mendukung langkah pemerintah menetapkan defisit RAPBN 2026 sebesar 2,48 persen terhadap PDB. Ini menunjukkan pengelolaan fiskal yang semakin sehat. Pemerintah tidak akan menerapkan pajak baru pada 2026 dan akan fokus pada reformasi administrasi serta efisiensi belanja. Meski demikian, Fraksi Gerindra menekankan pentingnya pemberian insentif fiskal secara hati-hati dan selektif untuk sektor-sektor yang berpotensi tinggi dalam pertumbuhan ekonomi. Danang juga menyoroti pentingnya menutup celah penggelapan pajak, terutama di sektor ekstraktif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu Indonesia menuju kesejahteraan rakyat dan Indonesia Emas 2045 yang diinginkan.
Fraksi P-Gerindra Soroti Instrumen Kunci RAPBN 2026
Recommendation for You

Profesor Armin Arsyad dari Universitas Hasanuddin memberikan dukungannya terhadap usulan Partai NasDem untuk meningkatkan ambang…

Satuan Tugas (Satgas) Galapana DPR RI berhasil memfasilitasi tercapainya kesepakatan antara Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU)…

Sejumlah perwakilan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), anggota parlemen dari negara-negara ASEAN, dan organisasi masyarakat sipil…

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengonfirmasi bahwa skema jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS…

Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melibatkan mekanisme pembahasan antara Pemerintah dan seluruh fraksi…







