Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dianggarkan sebesar Rp 185 triliun dalam RAPBN 2026, menurun dari tahun ini yang mencapai Rp 247,52 triliun. Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi terbesar, yaitu Rp 268 triliun, diikuti oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Rp 145,65 triliun. Penggunaan anggaran Kementerian Pertahanan di 2026 mencakup prioritas nasional seperti kesiapan operasi, perumahan prajurit, Alutsista strategis, pemeliharaan Alutsista, dan pembangunan sarpras pertahanan. 69,1% anggaran akan digunakan untuk prioritas lainnya termasuk latihan, pelayanan kesehatan, pendidikan, kebijakan pertahanan, infrastruktur pertahanan, penelitian, dan pengembangan. Kebijakan strategis tahun 2026 termasuk modernisasi Alutsista, pengembangan industri pertahanan, dan peningkatan kemampuan pertahanan negara. Langkah kebijakan strategis dari tahun 2027 hingga 2029 melibatkan penciptaan postur pertahanan negara yang optimal, pengembangan sumber daya manusia profesional, dan sinergi antar lembaga pertahanan. Tujuan akhir adalah mendukung industri pertahanan dalam negeri untuk mencapai kemandirian pertahanan negara.
Anggaran Kemenhan 2026 Rp 185 Triliun: Fokus SDM dan Alutsista
Read Also
Recommendation for You

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya perbaikan nasional yang melibatkan semua sektor, termasuk kebersihan lingkungan di…

Sebuah diskusi berjudul Creative Hub, UMKM, dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern digelar di…

Kawendra Lukistian, Anggota Komisi VI DPR RI, melaksanakan ziarah ke makam kakek Presiden Prabowo Subianto,…

Prabowo berencana menyediakan layanan kredit berbunga rendah melalui skema super micro financing untuk membantu nelayan…

Beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut termasuk politisi Gerindra Dedi Mulyadi, Maruarar Sirait, dan…






