Berita  

Industri Robotik China: Robot Manusia ‘Banjir’ ke RI

Pada Konferensi Robot Dunia 2025 yang diadakan di Beijing, para robot saling beradu pukulan di ring tinju hingga menyusun strategi dalam permainan Gomoku. Acara ini menjadi bukti nyata akan kehebatan kemajuan robotika China, menunjukkan masa depan di mana humanoid memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Skala konferensi tersebut sangat mencengangkan, dengan 50 produsen robot humanoid yang memecahkan rekor peluncuran model dan solusi terbaru mereka.

China memimpin dunia dengan hampir 6.000 pengajuan paten robot humanoid dalam lima tahun terakhir, menurut laporan KPMG. Investasi dalam industri robotika juga meroket, dengan pembiayaan naik menjadi 7,23 miliar yuan pada tahun 2024 dari 1,58 miliar yuan pada tahun 2020. Ini menunjukkan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Perusahaan seperti Link-touch, perusahaan rintisan China, terus mencari inovasi dalam pengembangan sensor gaya untuk humanoid.

Pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi target yang menarik bagi perusahaan robotika China. AgiBot, perusahaan kecerdasan buatan bernilai 15 miliar yuan, sedang meningkatkan upaya untuk menjelajahi pasar internasional dengan strategi lokalisasi melalui kemitraan dengan pemain lokal. Yao Maoqing, mitra di AgiBot, mengungkapkan bahwa produk mereka telah mulai dikirimkan ke pelanggan di negara-negara di luar China.

Dengan dinamika yang terbukti sukses, AgiBot dan perusahaan robotika China lainnya bersiap untuk ekspansi global dan terus mempertahankan fokus pada inovasi dan pengembangan komponen robot humanoid. Tantangan yang dihadapi adalah memastikan teknologi robot tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar global yang terus berkembang.

Source link