Berita  

Generasi Z & Alpha Guncang Pemerintahan: Tren 2021

Anak Muda di India Beraksi, Tuntut Perbaikan Pendidikan

Protes anak muda di India semakin merajalela dengan melibatkan Generasi Alpha. Setelah Gen Z menggemparkan pemerintahan Narendra Modi, kini giliran siswa-siswa muda turun ke jalan menuntut perbaikan fasilitas dan kualitas pendidikan.

Siswa SD di Uttar Pradesh Tolak Masuk Kelas

Pada 22 Agustus lalu, sebanyak 122 siswa Sekolah Dasar negeri di Desa Samuhi Bhatpurwa, Uttar Pradesh, menolak masuk kelas. Mereka menuntut pembangunan gedung sekolah baru yang telah dijanjikan sebelumnya.

Kondisi sekolah yang memprihatinkan, dengan sebagian bangunan masih runtuh akibat kejadian pada 2023, membuat para siswa merasa khawatir akan keselamatan mereka. Hal tersebut membuat mereka sulit berkonsentrasi belajar, sehingga memutuskan untuk melakukan protes sebagai bentuk tuntutan akan pendidikan yang layak.

Aksi Protes di Berbagai Negara Bagian

Samuhi Bhatpurwa bukanlah kasus tunggal. Sejak akhir Juli, siswa di sedikitnya 10 negara bagian India melancarkan aksi protes serupa. Mereka menyoroti berbagai permasalahan, mulai dari buruknya fasilitas sekolah, kekurangan guru, hingga kualitas makanan yang diberikan.

Protes ini merupakan kelanjutan dari gelombang aksi yang dimulai oleh Gen Z sejak bulan Juni lalu. Gerakan ini secara luas menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kebocoran ujian dan masalah pengangguran yang membebani generasi muda. Cockroach Janata Party (CJP) yang melakukan aksi tersebut kemudian mengalihkan fokusnya ke gerakan “School Thik Karo” atau “Perbaiki Sekolah”.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Masih terdapat banyak persoalan mendasar dalam sistem pendidikan India, seperti kekurangan guru dan fasilitas yang minim. Meskipun ada peningkatan dalam akses pendidikan, namun masih banyak yang perlu diperbaiki agar semua anak-anak dapat menikmati hak-hak mereka sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Hak atas Pendidikan (RTE) India.

Tuntutan yang dilayangkan oleh Generasi Alpha tidak hanya sebatas soal fasilitas fisik, tetapi juga mencakup aspek hak-hak dasar mereka dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas di masa depan.

Source link