Berita  

Titiek Soeharto Dukung Mitigasi El Nino untuk Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan di Kalimantan Selatan: Tantangan dan Mitigasi

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan pentingnya langkah mitigasi dampak El Nino di Kalimantan Selatan guna menjaga ketahanan pangan nasional. Provinsi ini memiliki peran strategis sebagai salah satu penyangga pangan nasional dengan indeks ketahanan pangan tertinggi di Indonesia.

Dampak El Nino di Kalimantan Selatan

Menurut data BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal selama musim kemarau tahun ini. Hal ini berisiko meningkatkan kekeringan, kebakaran hutan, lahan, dan penurunan produktivitas di sektor pertanian dan peternakan. Langkah mitigasi yang cepat, terintegrasi, dan berbasis data diperlukan untuk menghadapi kondisi tersebut.

Langkah Mitigasi yang Diperlukan

Titiek menyoroti pentingnya menjaga produksi pertanian melalui optimalisasi sistem irigasi, pemanfaatan lahan rawa, penyediaan benih tahan kekeringan, pemenuhan kebutuhan pupuk, dan penguatan penyerapan hasil panen. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN pangan, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci keberhasilan langkah mitigasi ini.

Selain sektor pertanian, sektor peternakan juga rentan terhadap dampak El Nino. Peningkatan suhu dan risiko penyakit hewan menular perlu diantisipasi melalui kesiapan layanan balai veteriner dan pengawasan kesehatan hewan.

Di tengah tantangan perubahan iklim, kesiapan sistem peringatan dini, saran produksi pertanian, pengamanan cadangan pangan, stabilisasi harga, distribusi pupuk, pengawasan komoditas dan ternak, serta layanan veteriner menjadi krusial untuk menjaga ketahanan pangan dan harga pangan stabil.

Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan dalam menghadapi dampak El Nino, serta memastikan bahwa program dan anggaran yang dialokasikan dapat menjawab kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, petani dan peternak tetap dapat berproduksi, pasokan pangan terjaga, dan stabilitas harga pangan dipertahankan.

Source link