Berita  

Titiek Soeharto Dorong Keterlibatan Akademisi dalam RUU Pangan

Siti Hediati Soeharto: RUU Pangan untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

Dalam upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menegaskan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pangan. Menurutnya, pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dijamin bagi setiap warga negara.

Siti Hediati Soeharto juga menyoroti bahwa Indonesia perlu memiliki sistem pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, regulasi yang disusun harus mampu menjadi landasan hukum yang kuat bagi pembangunan sektor pangan nasional.

Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan

Dalam menjalankan upaya menuju swasembada pangan sebagai salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, pemerintah sedang melakukan berbagai langkah strategis. Hal ini meliputi peningkatan produksi pangan nasional, pembangunan infrastruktur irigasi, penguatan cadangan pangan pemerintah, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan kelembagaan pangan.

Meskipun capaian positif sudah mulai terlihat, Siti Hediati Soeharto menekankan bahwa masih banyak tantangan di sektor pangan yang perlu diantisipasi melalui kebijakan adaptif dan berkelanjutan. Dukungan regulasi yang kuat dianggap sebagai kebutuhan penting dalam memperkuat sistem pangan nasional.

Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Penyusunan RUU Pangan

Siti Hediati Soeharto menegaskan bahwa penyusunan RUU Pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan DPR RI, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kalangan akademisi dan pakar di bidang pangan. Partisipasi publik diharapkan dapat memperkaya substansi RUU Pangan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Ia berharap masukan dari perguruan tinggi dan pemangku kepentingan akan memperkaya RUU Pangan sehingga regulasi yang dihasilkan dapat benar-benar relevan, implementatif, dan mampu menjawab tantangan sektor pangan di masa depan.

Source link