Berita  

Prabowo: 81 Tahun Merdeka, Ingin Miliki Mobil Buatan Indonesia?

Prabowo Subianto Dorong Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional di Hadapan Pengusaha Muda

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong industrialisasi nasional melalui hilirisasi dan penguatan industri dalam negeri saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Lampung, Rabu (10/6).

Komitmen Prabowo untuk Mendorong Industri Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa hilirisasi menjadi jalan untuk membangun industri nasional yang mampu mengolah seluruh komoditas Indonesia di dalam negeri. Menurutnya, industrialisasi melalui hilirisasi merupakan langkah strategis untuk menggerakkan perekonomian Indonesia.

Prabowo juga mengajak para pengusaha muda untuk aktif terlibat dalam kebangkitan industri nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasaran bagi bangsa lain, melainkan harus mampu bersaing secara global dengan produk-produk unggulan dalam negeri.

Pendekatan Prabowo dalam Mendukung Produk Nasional

Prabowo juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menggunakan mobil Maung buatan dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap produk nasional. Ia menceritakan bagaimana proses membangun produk nasional memerlukan waktu dan penyempurnaan, namun hal ini harus diiringi dengan rasa bangga terhadap karya anak bangsa.

Menurut Prabowo, pasar Indonesia harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia sendiri, termasuk dalam hal penggunaan produk-produk dalam negeri. Ia menekankan bahwa setelah lebih dari 80 tahun merdeka, Indonesia harus mampu memiliki industri yang dapat memproduksi mobil buatan sendiri.

Prabowo mengajak para peserta Munas HIPMI XVIII untuk bersama-sama menumbuhkan kebanggaan terhadap produk-produk Indonesia sebagaimana menghargai perjuangan para pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dengan demikian, Prabowo ingin memotivasi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam memajukan industri nasional demi kesejahteraan bangsa.

Source link