Pengawasan Pelaksanaan Ibadah Haji 2026 di Makkah
Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melakukan pengawasan pelaksanaan ibadah haji 2026 di sektor 1 Makkah. Hasil pengawasan menemukan pelayanan transportasi dan distribusi konsumsi jemaah berjalan cukup baik meskipun cita rasa makanan masih menjadi keluhan utama jemaah.
Pelayanan Transportasi dan Konsumsi
Anggota Timwas Haji DPR RI 2026, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah dari Surabaya menyatakan puas dengan pelayanan haji di Makkah. Layanan transportasi, terutama bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam, sangat membantu mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram.
Selain transportasi, layanan konsumsi juga dinilai cukup baik dari sisi kuantitas dan kelengkapan menu. Jemaah menerima makanan rutin dengan variasi lauk yang lengkap mulai dari ayam, telur, ikan, sayuran, hingga buah-buahan. Meskipun demikian, rasa makanan masih menjadi catatan utama yang disampaikan jemaah kepada Timwas DPR RI.
Masalah Cita Rasa Makanan
Meskipun makanan berlimpah dan variasi menu lengkap, jemaah mengeluhkan masalah cita rasa yang belum sepenuhnya sesuai dengan lidah dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Timwas menilai bahwa persoalan rasa makanan bukan hanya masalah selera, tetapi juga berkaitan dengan nafsu makan dan daya tahan tubuh jemaah di tengah padatnya aktivitas ibadah dan cuaca panas di Tanah Suci.
Selain itu, Timwas juga menemukan kekurangan distribusi gelang identitas bagi sebagian jemaah. Gelang identitas menjadi penting dalam proses pendataan dan perlindungan jemaah, terutama menjelang fase puncak ibadah Armuzna.
Bambang menegaskan bahwa semua temuan akan segera dikomunikasikan dengan pihak terkait untuk memastikan tidak mengganggu proses ibadah jemaah pada tahapan berikutnya. Pengawasan DPR RI bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan haji terus meningkat agar memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi jemaah.












