Berita  

Upaya Penanggulangan Kasus TB dan HIV/AIDS di Kupang





Penanganan Tuberkulosis dan HIV/AIDS di Kota Kupang Perlu Diperluas

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menekankan pentingnya perluasan pengawasan penanganan Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS di Kota Kupang. Lebih dari sekadar penemuan kasus dan pengobatan, dukungan kesehatan jiwa serta psikososial bagi pasien juga harus diperhitungkan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah putus obat, menaikkan tingkat keberhasilan pengobatan, mengurangi stigma, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Situasi TB di Kota Kupang

Kota Kupang merupakan wilayah dengan beban TB yang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mobilitas penduduk yang tinggi, arus rujukan pasien lintaskabupaten/kota, dan kondisi sosial-ekonomi yang menantang menjadi faktor utama penyebab tingginya kasus TB di kota ini. Dalam konteks TB, Kota Kupang menduduki peringkat kedua tertinggi di tingkat provinsi setelah Sumba Barat Daya, dan kisaran jumlah kasus TB di Kota Kupang mencapai 1.200 hingga 1.300 kasus per tahun.

Tantangan Penanganan HIV/AIDS

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Kupang juga terus meningkat dengan catatan sekitar 2.500 kasus per tahun. Hal ini menandakan Kota Kupang bukan hanya pusat layanan HIV/AIDS di NTT, tetapi juga mendapati tantangan besar dalam pencegahan, deteksi dini, dan kesinambungan pengobatan. Adanya dampak pada kelompok usia produktif, seperti pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga, menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan di tingkat komunitas.


Source link