Berita  

Komisi V DPR RI Soroti Minimnya Jalan Tol di Sulsel: Dorong Pembangunan Infrastrukur

Ketimpangan infrastruktur di Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan utama. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menyoroti keterbatasan panjang jalan tol di wilayah tersebut yang baru mencapai sekitar 25 kilometer. Hal ini menimbulkan kemacetan yang terjadi di Sulawesi Selatan, baik saat arus mudik maupun pada hari-hari biasa. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang perlu mendapat perhatian pemerintah pusat.

Andi Iwan juga menyoroti kondisi ruas jalan utama Makassar–Parepare yang belum mengalami peningkatan signifikan dalam hampir 24 tahun. Pemeliharaan rutin tanpa rekonstruksi menyeluruh hanya dilakukan, padahal ruas ini merupakan titik kemacetan utama bagi arus kendaraan dari berbagai wilayah di Pulau Sulawesi. Alokasi anggaran sebelumnya tidak terserap optimal, menghambat rencana peningkatan jalan.

Untuk mengatasi peningkatan volume lalu lintas, Andi Iwan menegaskan bahwa pendekatan preservasi tidak lagi cukup. Diperlukan rekonstruksi jalan secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran lalu lintas kendaraan. Selain itu, keterbatasan fasilitas rest area di ruas jalan tol juga menjadi sorotan. Ia menyarankan agar pemerintah membuka peluang investasi yang lebih luas bagi sektor swasta untuk mempercepat pembangunan.

Pengelolaan arus kendaraan di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni dinilai sudah baik, namun perlu pengaturan lalu lintas yang lebih adaptif di lapangan. Optimalisasi distribusi kendaraan antar pelabuhan, pemisahan jalur kendaraan besar dan kecil, serta penerapan skema pengalihan arus saat terjadi kepadatan juga menjadi masukan dari Andi Iwan. Kepentingan koordinasi antara operator pelabuhan dan kepolisian untuk mencegah penumpukan kendaraan perlu diperkuat.

Source link