Sorotan publik terhadap konflik rumah tangga yang melibatkan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli terus berlanjut. Wardatina Mawa telah melaporkan Insanul Fahmi dan Inara Rusli atas perselingkuhan dan perzinaan yang terjadi. Inara dan Insanul mengakui pernikahan siri mereka, yang memperumit situasi karena Insanul saat itu sudah menikah. Di tengah peristiwa ini, Umi Pipik, seorang pendakwah, memberikan pendapatnya.
Inara Rusli akhirnya meminta maaf secara terbuka dan menyatakan mundur dari perannya sebagai istri siri. Respons terhadap permintaan maaf ini beragam, termasuk dari Umi Pipik yang menilai bahwa permintaan maaf adalah langkah yang tepat. Umi Pipik yakin bahwa Wardatina Mawa memiliki kebesaran hati untuk memaafkan, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan Wardatina Mawa.
Umi Pipik menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam menyelesaikan konflik, namun ia tidak ingin mencampuri urusan internal ketiga pihak tersebut. Proses hukum atas laporan Wardatina Mawa masih berlanjut, dengan rencana gugatan cerai yang akan diajukan setelah Lebaran. Insanul Fahmi juga mengaku kesepian menjalani Bulan Ramadhan tanpa kedua anaknya dan Wardatina Mawa, menyebabkan suasana Ramadhan yang berbeda bagi dirinya.












