6 Hal Penting tentang Organ Intim Pria Seiring Bertambah Usia

Masalah kesehatan reproduksi pada pria seringkali terjadi namun seringkali diabaikan atau tidak disadari. Banyak kondisi yang sebenarnya dapat dicegah atau diobati, namun kebanyakan pria enggan untuk membicarakannya dengan orang lain termasuk dokter. Dokter urologi reproduksi, Dr. Raevti Bole dari Cleveland Clinic, Ohio, menekankan pentingnya dukungan untuk pasien agar tidak merasa sendirian dalam mengatasi masalah kesehatan reproduksi. Banyak pria akhirnya mencari jawaban atas masalah kesehatan tersebut melalui internet, namun seringkali mendapatkan informasi yang keliru.
Menurut Dr. Tony Chen dari Stanford Medicine, California, penting bagi pria, terutama yang masih muda, untuk berkonsultasi dengan dokter umum mengenai pertanyaan kesehatan mereka daripada mencari jawaban dari internet atau media sosial. Disarankan agar pria lebih terbuka dalam berbicara tentang organ seksual mereka dengan para ahli untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Salah satu hal yang perlu diketahui pria adalah bahwa disfungsi ereksi bisa menjadi tanda penyakit kronis. Sekitar setengah pria di atas usia 40 tahun mengalami disfungsi ereksi, yang biasanya menjadi indikasi gangguan peredaran darah secara umum.
Para ahli, seperti Dr. Matthew Ziegelmann dari Mayo Clinic, Minnesota, menegaskan bahwa aliran darah yang baik sangat penting untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi, serta pentingnya kesehatan jantung. Mereka yang mengalami disfungsi ereksi juga memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung atau stroke. Selain itu, kesulitan mengalami rangsangan fisik juga bisa menjadi tanda diabetes tipe 2 atau kolesterol tinggi yang meningkatkan risiko serangan jantung. Jadi, mengabaikan masalah disfungsi ereksi berarti melewatkan peluang untuk mencegah penyakit jantung. Ini menunjukkan pentingnya pria memahami kondisi kesehatan reproduksi mereka untuk dapat mencegah dan mengatasi masalah yang mungkin timbul.

Source link