Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mendesak pemerintah untuk memperkuat langkah mitigasi dan antisipasi terhadap bencana yang mungkin terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah.
Menurut Iwan Aras, Desember 2025 diprediksi sebagai periode dengan risiko hidrometeorologi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dikarenakan intensifikasi monsun Asia dan anomali atmosfer global. Laporan BMKG menunjukkan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai daerah paling rawan bencana, karena merupakan kawasan dengan jumlah penduduk yang padat dan akan mengalami peningkatan mobilitas saat libur panjang.
Iwan menegaskan bahwa peringatan dari BMKG seharusnya dianggap sebagai sinyal kesiapan negara dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin sering dan ekstrem. Bencana alam yang kerap terjadi menuntut pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret berdasarkan prediksi dan peringatan dini BMKG, termasuk persiapan evakuasi, pengungsian dini, pengetatan aktivitas di zona merah, serta memperkuat logistik.
Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana membutuhkan keberanian dalam pengambilan keputusan, termasuk tindakan dini yang mungkin tidak populer. Iwan menekankan bahwa dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga keberanian untuk mengambil langkah yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa.












