Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Tana Toraja dan Toraja Utara untuk melihat kondisi pelestarian cagar budaya di daerah tersebut. Anggota komisi, La Tinro La Tunrung, mengungkapkan keprihatinannya terhadap lemahnya upaya dalam menjaga peninggalan sejarah dan artefak budaya di wilayah tersebut. Dari sekitar 440 ribu peninggalan sejarah, hanya sekitar 5 persen yang tercatat sebagai cagar budaya. Tinro menekankan perlunya langkah cepat untuk memperbaiki sistem pencatatan dan perlindungan cagar budaya.
Selain itu, La Tinro menyoroti potensi budaya Toraja yang besar, termasuk tarian pa’gellu dan kawasan Ke’te Kesu’. Dia berharap kawasan tersebut dapat kembali diajukan sebagai warisan dunia UNESCO. Dia juga membicarakan penurunan jumlah wisatawan di Tana Toraja sejak pandemi Covid-19, yang berdampak signifikan pada sektor pariwisata. Tinro menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata budaya sebagai penggerak ekonomi masyarakat setempat dan berjanji untuk terus mendorong pemerintah daerah agar sektor wisata dan budaya dapat tumbuh dan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat.












