Putih Sari, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, menekankan perlunya Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi peningkatan kasus keracunan di beberapa daerah. Ia menegaskan pentingnya keselamatan penerima manfaat sebagai prioritas utama dan menekankan perlunya standar zero accident. Putih Sari juga akan mendorong BGN untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM dalam mengeluarkan standar keamanan pangan untuk program MBG.
MBG diakui sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, serta berpotensi untuk memajukan perekonomian daerah. Karena itu, Putih Sari menegaskan bahwa menghentikan program ini akan merugikan masyarakat Indonesia. Dia menekankan perlunya perbaikan tata kelola program agar sesuai dengan visi Presiden Prabowo dalam menciptakan SDM unggul dan menjadi penggerak perekonomian lokal.
Putih Sari juga mengimbau BGN untuk mengevaluasi secara detail setiap tahapan pelaksanaan program MBG, meningkatkan standar food safety, dan memastikan keseimbangan gizi dalam setiap porsi makanan. Evaluasi tersebut seharusnya melibatkan seluruh mata rantai pasok, mulai dari sumber bahan baku hingga penyaluran makanan, dengan fokus pada standar keamanan pangan dan pencegahan kontaminasi. Kualitas gizi yang diberikan kepada anak-anak harus diprioritaskan agar program MBG dapat mencapai tujuan aslinya yang memberikan asupan yang aman dan seimbang.












