Berita  

Novita Wijayanti: Sinergi Program Gizi, Ketahanan Pangan, Pendidikan, dan Infrastruktur

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR–DPD hari ini memegang peranan penting dalam arah pembangunan bangsa. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan sebagai dasar utama dari pembangunan berkelanjutan, serta program strategis lainnya mulai dari pemberantasan korupsi hingga investasi signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia. Anggota Komisi V DPR RI yang juga Bendahara Fraksi Partai Gerindra memberikan apresiasi terhadap visi tersebut, menekankan bahwa kesuksesan program sosial dan pembangunan manusia akan kokoh jika didukung oleh ketahanan pangan dan infrastruktur yang memadai.

Dalam pidatonya, Presiden mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp335 triliun di APBN 2026 untuk meningkatkan akses gizi bagi 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita, serta memperkuat Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah. Legislator dari Jawa Tengah VIII menyambut langkah ini sebagai investasi jangka panjang yang efektif pada asumsi pasok pangan yang lancar dari desa ke kota. Selain itu, pembangunan 100 Sekolah Rakyat dengan tambahan target 200 sekolah, berserta subsidi rumah bagi lebih dari 200 ribu keluarga juga diumumkan sebagai langkah strategis. Presiden menekankan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan dan perumahan akan optimal jika terintegrasi dengan infrastruktur desa-kota yang mendukung ketersediaan pangan.

Dalam upayanya untuk memastikan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, Presiden menyoroti pentingnya pengawasan anggaran dan pelaporan penyelamatan anggaran hingga Rp300 triliun melalui pemberantasan korupsi. Effisiensi ini dipandang sebagai langkah yang penting untuk memperkuat sektor pangan dan pembangunan desa. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung visi pemerintah dalam menciptakan Indonesia mandiri secara pangan, tangguh secara infrastruktur, sehat secara sosial, dan kuat secara ekonomi.

Source link