Bukan Cuma Film, Kenyamanan Nonton di Bioskop Jadi Prioritas

Grand Mall Maros XXI hadir dengan empat studio dan kapasitas lebih dari 700 kursi, menambah pilihan hiburan bagi masyarakat Maros dan wilayah sekitarnya. Kehadiran bioskop ini menjadi salah satu contoh perluasan fasilitas hiburan di daerah yang sebelumnya memiliki pilihan bioskop lebih terbatas.

Penonton kini tidak hanya mempertimbangkan film yang sedang diputar ketika memilih bioskop. Kenyamanan ruang, jumlah kursi, kemudahan pembelian tiket, serta fasilitas pendukung ikut menentukan pengalaman sebelum dan selama menonton. Bioskop yang berada di pusat perbelanjaan juga menawarkan kemungkinan untuk menggabungkan kegiatan menonton dengan makan, berbelanja, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Empat studio dengan kapasitas lebih dari 700 kursi

Grand Mall Maros XXI dirancang untuk memberikan akses terhadap pengalaman menonton film di ruang yang dilengkapi fasilitas bioskop modern. Penambahan studio dan kapasitas kursi menjadi bagian dari perkembangan jaringan bioskop di berbagai daerah, termasuk wilayah yang sebelumnya belum memiliki fasilitas serupa.

Head of Government Relation Cinema XXI, Suprayitno, mengatakan standar fasilitas dan kenyamanan dijaga pada setiap bioskop yang dihadirkan di berbagai kota.

“Pada setiap bioskop yang kami hadirkan di berbagai kota, kami selalu menjaga konsistensi standar desain, fasilitas, dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung. Kami berharap kehadiran Grand Mall Maros XXI dapat menjadi pilihan hiburan berkualitas bagi masyarakat Maros untuk menikmati film bersama keluarga maupun teman,” ujar Suprayitno.

Pembelian tiket terhubung dengan layanan digital

Perubahan pengalaman menonton juga terlihat dari cara penonton memperoleh tiket. Selain membeli langsung di lokasi, tiket untuk bioskop tersebut tersedia melalui sejumlah layanan digital, yakni aplikasi m.tix, TIX ID, dan GoPay. Kebutuhan makanan dan minuman dapat diperoleh melalui layanan yang tersedia di area bioskop.

Dengan pilihan tersebut, penonton dapat menyiapkan kunjungan tanpa harus menjalani seluruh proses secara langsung di lokasi. Teknologi menjadi bagian dari rangkaian pengalaman menonton, mulai dari perencanaan kunjungan hingga pemenuhan kebutuhan selama berada di bioskop.

Kehadiran bioskop di pusat perbelanjaan juga memperluas fungsi lokasi tersebut sebagai tempat berkegiatan. Penonton dapat menjadikan agenda menonton film sebagai bagian dari aktivitas bersama keluarga atau teman, tanpa harus berpindah ke tempat lain untuk makan maupun berbelanja.

Hingga 2 Oktober 2026, jaringan Cinema XXI telah mencapai 270 lokasi dengan total 1.399 layar. Jaringan tersebut tersebar di 55 kota dan 31 kabupaten di Indonesia.

Source link