Berita  

Pemangkasan BUMN Prabowo Targetkan Penghematan Rp100 Triliun




Prabowo Subianto Tekankan Efisiensi BUMN untuk Kesejahteraan Rakyat

Prabowo Subianto Tekankan Efisiensi BUMN untuk Kesejahteraan Rakyat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi terhadap BUMN yang dianggap tidak menguntungkan dan memiliki kinerja buruk. Hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran negara dan mengalokasikannya demi kesejahteraan rakyat.

Langkah Efisiensi BUMN

Prabowo menyampaikan hal ini saat berbicara dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun pemerintahannya, sudah ada 290 BUMN yang ditutup karena dinilai tidak efisien, tidak memiliki kinerja baik, dan merugi.

Langkah tersebut telah menghasilkan penghematan sebesar Rp50 triliun. Prabowo juga berencana untuk menutup lebih banyak BUMN hingga akhir tahun 2026 dengan target minimal 700 perusahaan yang ditutup.

Target Penghematan

Prabowo memperkirakan jumlah BUMN yang tersisa akan berkurang menjadi sekitar 200 hingga 250 perusahaan setelah efisiensi dilakukan. Harapannya, penghematan ini dapat mencapai Rp100 triliun. Penghematan tersebut akan berasal dari pengurangan biaya overhead, biaya rutin, termasuk gaji direksi dan komisaris.

Penghematan tidak hanya dilakukan melalui efisiensi BUMN, tetapi juga di berbagai bidang lainnya. Prabowo mengungkapkan bahwa penghematan total yang sudah dicapai setiap tahun mencapai lebih dari Rp200 triliun dan bahkan mendekati Rp300 triliun.

Prabowo menegaskan bahwa dana hasil penghematan tersebut akan dialokasikan untuk kepentingan rakyat secara maksimal.

Sumber: FraksiGerindra.id


Source link