Podcast Jejak Backpacker dalam Sorotan karena Pengakuan Mengejutkan
Pada Senin, 13 Juli 2026, podcast Jejak Backpacker menjadi perbincangan hangat setelah menampilkan seorang narasumber bernama Fitri yang mengaku sebagai mantan asisten artis. Dalam episode tersebut, Fitri muncul dengan topeng dan mengungkapkan informasi terkait praktik pesugihan di Gunung Kawi yang melibatkan seorang artis.
Narasumber Fitri Membuka Kisah Pesugihan di Gunung Kawi
Pengakuan Fitri segera menyebar di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi. Netizen mulai mengaitkan cerita ini dengan isu pesugihan Gunung Kawi yang tengah ramai diperbincangkan, termasuk pemberitaan yang menyeret nama Sarwendah. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada bukti yang dapat memastikan keterkaitan antara tuduhan tersebut dengan pihak yang disebutkan dalam media sosial.
Pesulap Merah Bongkar Dugaan Narasumber Palsu dalam Podcast Jejak Backpacker
Marcel Radhival atau Pesulap Merah, pesulap sekaligus kreator konten, mulai memberikan pandangannya terkait kontroversi ini. Melalui akun Instagram pribadinya, Pesulap Merah mengungkapkan dugaan bahwa narasumber yang dihadirkan dalam podcast tersebut mungkin merupakan orang yang disiapkan untuk menyampaikan kisah fiktif.
Menurut Marcel, informasi ini diperoleh dari pihak-pihak yang pernah menjadi narasumber di kanal tersebut. Mereka diduga menerima bayaran tertentu untuk membawakan cerita yang sudah disusun sebelumnya. Marcel juga menyerukan agar pihak lain yang memiliki pengalaman serupa segera menghubungi timnya, karena hal ini dapat merugikan banyak pihak, terutama tempat-tempat yang dijadikan latar cerita mistis tersebut.
Marcel Radhival Mendedahkan Kronologi Pengungkapan Informasi
Dalam pengungkapannya, Marcel menyebut bahwa dirinya pertama kali mendapatkan informasi ini dari seseorang yang mengaku mengenal dekat dengan pemilik kanal Jejak Backpacker. Orang tersebut mengklaim bahwa cerita yang dibawakan oleh Fitri tidaklah nyata, dan hal ini menjadi pemicu bagi Marcel untuk mengungkapkan dugaan narasumber palsu dalam podcast tersebut.












