Berita  

Banggar DPR RI Optimistis Sektor Komoditas Tetap Jadi Penopang Penerimaan Negara

Fraksi Gerindra: Penerimaan Negara dari Sektor Komoditas Tetap Jadi Penopang Utama APBN 2026

Menurut Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Wihadi Wijanto, penerimaan pajak dari sektor komoditas masih akan menjadi salah satu penopang utama APBN 2026. Dengan kenaikan harga komoditas strategis seperti CPO, nikel, dan tembaga, diharapkan penerimaan negara tetap stabil hingga akhir tahun.

Langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam, terutama melalui pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), diyakini dapat memperkuat keberlanjutan penerimaan dari sektor komoditas. Mekanisme pengawasan baru melalui DSI diharapkan mampu menekan potensi kebocoran devisa dan penerimaan negara.

Menguatnya Pengawasan Melalui DSI untuk Keberlanjutan Penerimaan

Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Wihadi Wijanto, menekankan bahwa keberlanjutan penerimaan dari sektor komoditas sangat penting. Dengan mekanisme pengawasan baru melalui DSI, diharapkan kebocoran devisa dan penerimaan negara bisa diminimalisir.

Kebijakan ekspor satu pintu yang diberlakukan pemerintah, di mana seluruh ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan mencegah praktik-praktik yang merugikan.

Potensi Penerimaan Negara dari Sektor Komoditas

Di Semester I 2026, penerimaan pajak tumbuh 24,6 persen menjadi Rp1.035,7 triliun, sekitar 43,9 persen dari target APBN. Sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar yang didorong oleh kenaikan harga minyak bumi dan tren belanja daring.

Pada tahun 2026, proyeksi penerimaan pajak diproyeksikan tumbuh 20,5 persen menjadi Rp2.310,8 triliun. Dengan implementasi Coretax, perluasan basis pajak, dan upaya ekstra pada semester II, diharapkan penerimaan negara dari sektor komoditas dapat optimal.

Source link