Blockchain Menghadirkan Tokenisasi Aset Global
Jakarta, VIVA – Keberadaan teknologi blockchain kini tidak hanya berfokus pada aset kripto seperti Bitcoin atau Ethereum. Saat ini, teknologi tersebut telah mulai digunakan untuk menciptakan tokenisasi aset, suatu konsep yang memungkinkan berbagai aset dunia nyata, termasuk saham perusahaan global, diwakili dalam bentuk token digital.
Melalui mekanisme ini, investor dapat mengakses berbagai aset global tanpa harus langsung membeli saham di bursa luar negeri. Sejumlah perusahaan teknologi dan instrumen investasi kini telah tersedia dalam bentuk token yang diperdagangkan di jaringan blockchain.
Kapitalisasi Pasar Real-World Assets Meningkat Signifikan
Berdasarkan data RWA.xyz per 25 Juni 2026, kapitalisasi pasar sektor Real-World Assets (RWA) yang ditokenisasi secara on-chain telah mencapai US$32,23 miliar. Angka tersebut merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di kisaran US$1,8 miliar. Hal ini mencerminkan adopsi teknologi tokenisasi aset yang semakin luas.
Platform Investasi Aset Kripto PINTU Catat Pertumbuhan Transaksi Tokenisasi Aset
Di Indonesia, tren tokenisasi aset juga mulai terlihat. Platform investasi aset kripto PINTU mencatat pertumbuhan transaksi tokenisasi aset sepanjang semester pertama 2026, seiring dengan meningkatnya minat investor untuk melakukan diversifikasi ke aset global. Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menyatakan bahwa jumlah monthly unique trader untuk produk tokenisasi aset di platform tersebut mengalami peningkatan 40 persen pada bulan Mei dibandingkan dengan Januari 2026. Beberapa produk juga mengalami pertumbuhan transaksi yang signifikan.
“Produk tokenisasi aset seperti Nasdaq (QQQX) dan SP500 (SPYX) bahkan mengalami kenaikan pesat secara bulanan dari April hingga Mei, masing-masing naik 64 persen dan 51 persen. Kenaikan ini sejalan dengan minat investor global terhadap tokenisasi aset,” ujar Iskandar.
Terdapat puluhan aset global yang telah tersedia dalam bentuk token, mulai dari saham perusahaan teknologi seperti Apple, Alphabet, Meta Platforms, hingga Amazon. Selain itu, aset dari sektor keuangan, kesehatan, energi, logam mulia, obligasi pemerintah Amerika Serikat, hingga exchange traded fund (ETF) juga dapat diakses dalam bentuk token.
Iskandar juga menyebutkan bahwa adanya faktor-faktor tertentu yang mendorong minat terhadap tokenisasi aset. Selain memberikan akses pasar global, sistem ini juga menawarkan fleksibilitas perdagangan selama 24 jam serta kemudahan transaksi menggunakan mata uang rupiah tanpa harus melakukan konversi valuta asing terlebih dahulu.












