Trauma Bonding: Kondisi Psikologis Hubungan Toxic

Korban Toxic Relationship Sulit Lepas dari Hubungan

Jakarta, VIVA – Dalam hubungan yang tidak sehat, sering kali muncul pertanyaan mengapa seseorang tetap bertahan meskipun terus disakiti. Bagi kebanyakan orang, keputusan untuk mengakhiri hubungan tersebut terlihat mudah dari luar. Namun, bagi korban, kenyataannya jauh lebih rumit karena terdapat berbagai faktor psikologis yang membuat mereka sulit untuk melepaskan diri.

Trauma Bonding sebagai Faktor Penyebab

Salah satu aspek penting yang dibahas oleh psikolog adalah trauma bonding. Istilah ini merujuk pada ikatan emosional yang kuat antara korban dan pelaku kekerasan. Ikatan ini bisa membuat korban tetap merasa cinta, membela, bahkan kembali kepada pelaku yang menyakitinya berulang kali. Trauma bonding bukanlah tanda kelemahan, melainkan respons psikologis terhadap siklus kekerasan dan manipulasi yang terus terjadi.

Tanda-tanda Trauma Bonding

Jadi, apa sebenarnya trauma bonding? Trauma bonding adalah ikatan emosional yang terbentuk antara korban dan pelaku akibat pola hubungan yang diwarnai oleh kekerasan, manipulasi, dan cinta yang muncul bergantian. Hubungan semacam ini tidak langsung menunjukkan kekerasan dalam waktu yang singkat. Pada awalnya, pelaku sering menunjukkan perhatian, kasih sayang, dan membuat korban merasa sangat dicintai. Namun, seiring berjalannya waktu, perilaku pelaku berubah menjadi penghinaan, ancaman, kontrol berlebihan, atau kekerasan fisik maupun emosional.

Siklus tersebut terus berulang hingga menciptakan ikatan emosional yang sangat kuat. Beberapa tanda trauma bonding yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Selalu berharap pelaku akan berubah dan kembali menjadi baik seperti di awal hubungan.
  2. Merasa sulit meninggalkan hubungan meskipun sering disakiti.
  3. Sering membenarkan perilaku pelaku.

Demikianlah penjelasan mengenai trauma bonding dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Semoga informasi ini dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kondisi psikologis yang membuat seseorang sulit untuk mengakhiri hubungan toxic.

Source link