Berita  

Lockout 1.000 Pekerja Migas: Produksi Minyak Terancam

Reaksi Lockout, Ancaman Produksi Minyak di Norwegia

Jakarta, CNBC Indonesia – Sekitar 1.000 pekerja jasa servis minyak di Norwegia mulai dilarang bekerja (lockout) sejak Sabtu (27/6/2026) pagi waktu setempat. Kebijakan tersebut menjadi babak lanjutan dari sengketa hubungan industrial yang dikhawatirkan akan menghambat kegiatan pengeboran hingga mengganggu sebagian produksi minyak dan gas di landas kontinen Norwegia.

Permintaan Upah Menjadi Pemicu Utama

Berdasarkan pernyataan kelompok industri Offshore Norway pada Jumat (26/6/2026), keputusan melakukan lockout diambil sebagai respons atas aksi mogok kerja yang tengah dilakukan ratusan anggota serikat pekerja Safe. Jadi, kesimpangan terkait upah antara pekerja dan pihak industri menjadi pemicu utama dari konflik ini.

Offshore Norway mengonfirmasi bahwa sekitar 1.000 anggota Safe yang tercakup dalam perjanjian servis sumur minyak harus berhenti bekerja akibat lockout yang dimulai pada Sabtu (27/6/2026) pukul 07.00 waktu setempat. Hal ini memberikan dampak signifikan terhadap operasional sejumlah perusahaan jasa migas besar di Norwegia.

Dampak Terhadap Produksi Minyak dan Gas

Akibat pemogokan sebelumnya, kinerja produksi Norwegia turut terganggu, di mana operasional pengeboran dan sumur minyak serta gas telah berhenti total di beberapa lokasi. Offshore Norway memproyeksikan bahwa output minyak dan gas negara berpotensi mengalami penurunan sekitar 12 ribu barel setara minyak per hari (boepd) pada pekan depan. Jika aksi mogok terus berlanjut, kerugian produksi ini bahkan dapat melebihi 120 ribu boepd setelah pertengahan Juli.

Total anggota yang tercakup dalam kesepakatan upah tersebut mencapai 1.770 orang, di mana 500 di antaranya merupakan pekerja yang tidak terkena lockout karena memegang peran krusial bagi keselamatan. Serikat pekerja Safe yang telah melakukan aksi mogok sebelumnya berniat menarik 63 anggota tambahan dari sisa 500 pekerja yang tidak terkena lockout mulai 1 Juli mendatang.

Norwegia merupakan pemasok gas jalur pipa terbesar di Eropa dan memproduksi sekitar 2 persen minyak global, atau sekitar 4 juta boepd untuk total minyak dan gas, sehingga sengketa ini tidak hanya berdampak internal tetapi juga akan berdampak global.

Source link