WhatsApp Stop Dukung di HP Lawas, Bagaimana Dampaknya?
Pada tahun 2026, WhatsApp kembali mengeluarkan kebijakan yang memperketat dukungannya dengan menghentikan akses pada sejumlah HP lawas yang tidak memenuhi standar keamanan dan sistem operasi terbaru. Kebijakan ini tak terkecuali berdampak pada jutaan pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dukungan WhatsApp pada HP Lawas
Langkah ini sebenarnya bukan hal baru, karena WhatsApp secara rutin menghentikan dukungan untuk perangkat yang dianggap usang guna menjaga performa aplikasi dan keamanan data pengguna. Aplikasi hanya bisa berjalan pada perangkat dengan sistem operasi tertentu, yaitu Android 5.0 (Lollipop) ke atas dan iOS 15.1 ke atas. Perangkat yang tidak bisa diperbarui ke versi tersebut akan kehilangan akses secara otomatis.
Daftar HP Android dan iPhone yang Terdampak
Beberapa HP Android yang dipastikan atau berisiko besar kehilangan WhatsApp karena tidak memenuhi syarat sistem operasi antara lain Samsung Galaxy S3, Galaxy S4, Galaxy Note 2, Galaxy Note 3, Samsung Galaxy Ace 3, Sony Xperia Z series (model lama), LG G2 dan beberapa seri Optimus, Huawei Ascend series (model lama), serta Motorola Moto G generasi awal. Sedangkan untuk pengguna iPhone, perangkat seperti iPhone 5, iPhone 5c, iPhone 5s, iPhone 6, dan iPhone 6 Plus juga terdampak.
Selain itu, perangkat lama dianggap tidak mampu menjalankan fitur baru seperti enkripsi terbaru, panggilan video berkualitas tinggi, dan perlindungan keamanan tambahan. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk melakukan backup chat, cek update sistem operasi, pertimbangkan upgrade ke perangkat yang lebih baru, atau gunakan HP dengan minimal Android 5.0 atau iOS 15.1.
Penghentian dukungan WhatsApp pada HP lawas pada 2026 merupakan langkah yang diambil untuk meningkatkan keamanan dan kualitas layanan. Meskipun terdengar merugikan, kebijakan tersebut bertujuan agar pengguna tetap mendapatkan pengalaman terbaik dalam menggunakan layanan WhatsApp.
Tumbuh 9,97 persen, Kredit dan Pembiayaan BTN Capai Rp 403 Triliun Per Mei 2026
Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 9,97 persen dengan total mencapai Rp 403 triliun per Mei 2026. Selain itu, laba bersih konsolidasi BTN juga mengalami peningkatan sebesar 54,37 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,19 triliun menjadi Rp 1,85 triliun per Mei 2026.












