Sarwendah Dituduh Gunakan Buzzer untuk Membanjiri Kolom Komentar Permintaan Maaf
Pada Minggu, 7 Juni 2026, nama Sarwendah kembali menjadi sorotan di media sosial setelah muncul dugaan bahwa ia menggunakan buzzer untuk membanjiri kolom komentar video permintaan maaf yang diunggahnya. Mantan istri Ruben Onsu itu dilanda isu tak sedap setelah akun Threads @arfdeatan membagikan tangkapan layar instruksi yang berisi imbalan bagi pemberi komentar positif.
Instruksi Buzzer untuk Komentar Positif
Pada Jumat, 5 Juni 2026, akun @arfdeatan membagikan tangkapan layar yang menunjukkan adanya imbalan sebesar Rp350p untuk setiap like dan komentar positif Facebook di video permintaan maaf Sarwendah. Instruksi tersebut juga mencantumkan beberapa contoh komentar yang harus dituliskan, seperti “Semoga jadi pembelajaran yang baik ke depannya” dan “Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan”.
Meski telah diberikan contoh komentar, para pemberi komentar diminta untuk tidak menyalin kalimat yang sama persis. Isu ini langsung menimbulkan beragam reaksi dari netizen yang mengecam praktik buzzer dalam konteks permintaan maaf Sarwendah. Banyak yang mengekspresikan rasa kekecewaan dan menilai tindakan tersebut sebagai upaya manipulasi opini publik.
Reaksi Netizen Terhadap Dugaan Penggunaan Buzzer
Beragam reaksi muncul dari netizen terkait dugaan penggunaan buzzer oleh Sarwendah. Banyak yang menyatakan kekecewaan dan merasa malu jika benar terbukti bahwa buzzer digunakan untuk mengatur kolom komentar. Mereka menyoroti pentingnya kejujuran dan keterbukaan di era digital seperti sekarang ini.












