Berita  

Kamrussamad Mendorong Penguatan Penyelesaian Mata Uang Lokal untuk Stabilitas Rupiah



Kamrussamad Dorong Penguatan Local Currency Settlement untuk Menjaga Stabilitas Rupiah

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, mengungkapkan pandangannya terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, pelemahan rupiah tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan moneter jangka pendek saja. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan tinggi Indonesia terhadap pembiayaan luar negeri berbasis valuta asing selama dua dekade terakhir. Kamrussamad menjelaskan bahwa neraca transaksi berjalan Indonesia cenderung mengalami defisit dalam jangka panjang.

Kamrussamad Menyarankan Penguatan Local Currency Settlement

Kamrussamad menyarankan penguatan skema Local Currency Settlement (LCS) sebagai salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. LCS merupakan kesepakatan yang telah dibuat Indonesia dengan beberapa negara mitra dagang, termasuk Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Dengan menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan bilateral, Indonesia dapat menekan kebutuhan devisa dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Mengaktifkan kembali LCS yang sebelumnya telah ditandatangani dengan beberapa negara adalah langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar dalam transaksi perdagangan,” ujar Kamrussamad.

Rupiah Harus Dimanfaatkan Sebagai Momentum

Kamrussamad melihat pelemahan rupiah sebagai momentum untuk melakukan pembenahan struktur ekonomi secara menyeluruh. Pemerintah perlu mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan valas dan memperkuat sektor-sektor produktif yang dapat menghasilkan devisa secara berkelanjutan. Selain itu, berbagai kebijakan yang telah diterapkan, seperti Devisa Hasil Ekspor, diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan cadangan devisa nasional.

“Kombinasi penguatan cadangan devisa, optimalisasi LCS, dan pembenahan struktur ekonomi nasional akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ke depannya,” tambah Kamrussamad.

Sumber: Fraksi Gerindra


Source link