Prabowo Subianto: Keadilan Ekonomi Harus Dirasakan oleh Seluruh Rakyat
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas di hadapan seluruh jajaran. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya sebatas angka pertumbuhan, tetapi harus mencerminkan keadilan bagi semua rakyat.
Pancasila Sebagai Kompas Pembangunan
Menurut Prabowo, Pancasila bukan hanya sekadar dokumen sejarah yang diucapkan dalam upacara belaka. Pancasila seharusnya menjadi kompas yang mengarahkan pembangunan bangsa ke arah yang benar. Bahkan, beliau menyebutkan bahwa Pancasila juga harus menjadi panduan dalam membangun sistem ekonomi nasional yang lebih adil dan merata.
Sejauh ini, Prabowo melihat bahwa kompas Pancasila belum sepenuhnya diikuti dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Meskipun pertumbuhan ekonomi mencapai angka yang membanggakan, namun distribusi kekayaan yang tidak merata masih menjadi permasalahan. Banyak nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia yang dinikmati oleh pihak luar negeri.
Transformasi Ekonomi: Tugas Sejarah
Prabowo menganggap transformasi ekonomi sebagai tugas sejarah dalam kepemimpinannya. Ini bukan hanya sekadar agenda kebijakan, melainkan sebuah mandat zaman yang harus dijalankan. Transformasi ini bukan hanya mengubah sistem ekonomi, tetapi juga mengubah paradigma yang lebih mendasar.
Ekonomi Pancasila yang diusung oleh Prabowo didasarkan pada empat prinsip utama, yaitu religius, kemanusiaan, persatuan nasional, dan keadilan sosial. Dalam kerangka ini, pengelolaan kekayaan alam harus berpihak pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang. Dampak positif dari ekonomi Pancasila seharusnya dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih jauh, Prabowo menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi Indonesia. Ia menegaskan bahwa harga komoditas strategis Indonesia tidak boleh ditentukan oleh pihak luar dan keuntungannya harus memberikan manfaat maksimal bagi negara dan rakyat Indonesia.
Memperkuat Akar Rumput
Untuk mewujudkan visi ekonomi Pancasila, Prabowo juga menyuarakan perlunya memperkuat koperasi, UMKM, dan memajukan ekonomi di tingkat desa sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Salah satunya adalah melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bertujuan untuk mengurangi peran tengkulak dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi di tingkat lokal.
Prabowo menegaskan bahwa rakyat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan, bukan hanya sebagai objek. Dengan memperkuat sektor ekonomi dari akar rumput, diharapkan kekayaan negara dapat lebih merata dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan tekad kuat, Prabowo berkomitmen untuk menghentikan kebocoran dalam tata kelola ekonomi Indonesia. Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan akan terus diperkuat, serta kekayaan negara harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.








