Pelajar dan Mahasiswa Gelar Lomba Merajut Rotan di Festival Pesona Tambun Bungai
Pusat perbelanjaan Duta Mall, Palangka Raya, menjadi saksi kegiatan unik yang dilaksanakan oleh belasan pelajar dan mahasiswa dalam Festival Pesona Tambun Bungai 2026. Mereka duduk bersila di atas tikar, dengan fokus memperlihatkan keahlian merajut rotan secara tradisional.
Suasana berbeda tercipta di tengah ramainya aktivitas digital yang umumnya dilakukan oleh anak muda. Proses merajut dengan berbagai pola dan bentuk anyaman rotan memberikan nilai budaya tinggi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Perkenalkan Kembali Warisan Budaya Dayak melalui Lomba Merajut Rotan
Rotan sebagai bahan baku kerajinan telah menjadi simbol identitas budaya yang masih terjaga. Melalui Lomba Merajut Rotan, generasi muda diajak untuk kembali mengenal dan mewarisi kekayaan budaya Dayak. Hal ini pun menjadi sorotan bagi masyarakat sekitar yang menyaksikan proses pembuatan anyaman dengan penuh antusiasme.
Amelia Agustia, salah satu dewan juri acara ini, menilai bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mengenalkan kembali kebudayaan lokal kepada generasi muda. Di balik setiap karya anyaman, tersimpan cerita panjang tentang tradisi, nilai kehidupan, dan identitas masyarakat Dayak yang harus dijaga dan diwariskan.
Menariknya, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta, baik pelajar maupun umum, untuk menunjukkan kemampuan merajut rotan dalam karya seni yang bernilai tinggi secara kompetitif. Dalam kategori pelajar, para pemenang berhasil menunjukkan kepiawaian mereka dalam mengolah rotan menjadi karya yang memukau, sementara pada kategori umum, kecakapan dalam merajut rotan juga berhasil melampaui ekspektasi.
Dengan semangat mewarisi budaya dan kekayaan lokal, Festival Pesona Tambun Bungai 2026 sukses menyelenggarakan Lomba Merajut Rotan yang memberikan inspirasi dan harapan baru bagi keberlangsungan warisan budaya Dayak di masa depan.












