Antusiasme Tinggi Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi
Jakarta, 24 Mei 2026 – Film dokumenter berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” terus menjadi sorotan dan memicu diskusi di masyarakat. Meskipun sejumlah agenda nonton bareng dan diskusi dibubarkan, antusiasme terhadap film ini justru semakin meningkat.
Pemutaran Gratis di Platform YouTube
Permintaan pemutaran film ini terus masuk kepada tim kreator, dan film tersebut kini resmi dirilis secara gratis melalui platform YouTube. Kabar penayangan daring disampaikan melalui akun Instagram @watchdoc_insta, dimana disebutkan bahwa film ini tayang lewat kolaborasi sejumlah media dan organisasi.
Nobar Film Pesta Babi Menarik Perhatian Publik
Selama masa penayangan, hampir 1.700 agenda nobar berhasil terlaksana di berbagai tempat. Film ini menjadi salah satu tontonan diskusi publik yang paling ramai dibicarakan dalam beberapa waktu terakhir. Sutradara Dandhy Laksono mengungkapkan bahwa layar kecil dari agenda nobar menjadi ruang alternatif untuk bertukar gagasan di tengah hambatan media dan algoritma.
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, film tersebut nyaris mencapai dua juta views setelah dirilis di YouTube Redaksi JubilTV. Dengan durasi sekitar 95 menit, film ini mengambil latar di wilayah Papua Selatan, seperti Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Dokumenter ini menyoroti kehidupan masyarakat adat yang terdampak oleh proyek perkebunan skala besar dan program food estate.












