Berita  

Pentingnya Pertemuan Sejarah Trump-Xi Jinping: 3 Poin Kunci

Donald Trump Dihubungi ke China: 3 Poin Penting

Jakarta, CNBC Indonesia – Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke China pekan ini memberi dorongan besar terhadap gencatan senjata dagang yang rapuh antara Washington dan Beijing. Pertemuan tersebut juga membantu menstabilkan hubungan kedua negara.

Meski sempat tertunda lebih dari sebulan akibat perang Iran, pertemuan puncak dua hari Trump dengan Presiden China Xi Jinping berakhir Jumat waktu setempat dengan kesepakatan untuk kembali bertemu pada musim gugur tahun ini.

Isu Taiwan hingga Iran Warnai Pertemuan

Peringatan Xi kepada Trump terkait Taiwan menjadi salah satu sorotan utama. Media pemerintah China melaporkan Xi menegaskan bahwa penanganan Taiwan yang keliru dapat menempatkan hubungan AS-China dalam “bahaya besar”.

Di sisi lain, harga minyak dunia turut menguat setelah Trump mengatakan kepada Fox News bahwa China sepakat membeli minyak mentah AS dan akan membantu proses negosiasi terkait Iran. Namun Trump belum mengungkap kapan pembelian dimulai maupun volumenya.

Sampai saat ini, China belum mengonfirmasi rencana pembelian minyak tersebut. Pemerintah AS juga belum memberikan pernyataan tambahan terkait Taiwan.

“Saya pikir masing-masing pihak telah memenuhi janjinya. Namun, tidak ada diskusi substantif tentang Taiwan, yang tidak mengejutkan,” ujar Kepala Ekonom China di Economist Intelligence Unit, Yue Su.

Gencatan Perang Dagang Masih Bertahan

Baik AS maupun China belum mengumumkan detail spesifik dari kesepakatan terbaru mereka. Namun undangan Trump kepada Xi untuk berkunjung ke AS pada 24 September membuka peluang pembicaraan lanjutan sebelum masa gencatan perang dagang berakhir pada Oktober 2025.

Sebelumnya, kedua negara sepakat menurunkan tarif dan mencabut pembatasan logam tanah jarang setelah ketegangan meningkat pada awal 2025. Xi mengatakan AS dan China sepakat membangun “stabilitas strategis” yang konstruktif untuk tiga tahun ke depan.

Strategis, Beijing tampaknya mencoba mengubah kesediaan transaksional Trump untuk menstabilkan hubungan menjadi kerangka kerja operasional jangka panjang untuk hubungan AS-China,” ujarnya.

Angin Segar untuk Bisnis AS

CEO Boeing Kelly Ortberg dan CEO Nvidia Jensen Huang turut mendampingi Trump ke Beijing. Sejumlah bos besar AS lain seperti CEO Apple Tim Cook hingga Tesla milik Elon Musk juga ikut dalam pertemuan dengan Perdana Menteri China Li Qiang pada Kamis.

Meski demikian, pemerintah China hanya menjanjikan pembukaan pasar yang lebih luas bagi bisnis asing tanpa perincian kebijakan baru yang konkret.

Source link