Berita  

Tinjau Gudang Bulog Bukittinggi: Stok Beras Aman, Serapan Gabah Meningkat

Ade Rezki Tinjau Gudang Bulog Bukittinggi: Stok Beras Aman, Serapan Gabah Meningkat

Dalam kunjungan terbarunya, Ade Rezki memantau dengan seksama kondisi gudang Bulog di Bukittinggi serta berdiskusi dengan para petinggi Bulog terkait berbagai hal, mulai dari kapasitas penyimpanan, serapan gabah petani, hingga persiapan stok cadangan pangan di wilayah kerja Bulog Bukittinggi.

Wilayah kerja Bulog Cabang Bukittinggi meliputi beberapa daerah penting seperti Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, hingga Kota Padang Panjang. Stok beras di gudang Baso kini telah mencapai 600 ton, dan menurut Ade Rezki, jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.

Stabilitas Pangan dan Kesejahteraan Petani

Ade Rezki memastikan bahwa stok dan cadangan beras yang tersedia saat ini akan sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Selain itu, Bulog Bukittinggi juga terus melakukan penyerapan gabah dari petani sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pangan dan juga mendukung kesejahteraan para petani.

Hingga saat ini, total serapan gabah di wilayah kerja Bulog Bukittinggi telah mencapai sekitar 1.600 ton dan akan terus bertambah seiring dengan langkah-langkah penyerapan hasil panen yang terus dilakukan oleh Bulog.

Kesejahteraan Petani dan Harga Serapan Gabah

Penting untuk dicatat bahwa kebijakan pemerintah terkait harga serapan gabah telah memberikan dampak positif bagi para petani. Dengan penetapan harga serapan gabah sebesar Rp 6,5 ribu per kilogram, hal ini memberikan kepastian harga yang menguntungkan bagi petani lokal.

Ade Rezki mengungkapkan bahwa petani lokal merasa senang dengan kebijakan tersebut karena Bulog secara langsung menyerap hasil panen gabah mereka dan mengolahnya menjadi beras siap konsumsi.

Bulog Bukittinggi dalam Bantuan Bencana dan Kesejahteraan Masyarakat

Ade Rezki turut memberikan apresiasi untuk peran Bulog Bukittinggi dalam membantu masyarakat saat menghadapi bencana beberapa waktu lalu. Bulog dengan cepat menyalurkan stok penyangga ke beberapa wilayah terdampak bencana dan posko pengungsian.

Untuk merespons situasi ini di masa mendatang, pemerintah pusat berencana untuk memperkuat infrastruktur logistik pangan dengan membangun gudang yang lebih dekat dengan sentra produksi gabah dan beras. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi Bulog dalam mitigasi bencana dan meminimalkan risiko inflasi akibat fluktuasi harga beras di pasaran.

Source link