Berita  

Pabrik EV China dan Keluhan Bos Honda: Peluang Kehilangan

CEO Honda, Toshihiro Mibe, sangat terkejut dan khawatir setelah mengunjungi pabrik kendaraan listrik di China pada bulan Februari. Kunjungan ini membuatnya pesimis tentang kemampuan Honda untuk mengejar persaingan di industri otomotif global, khususnya dalam hal kendaraan listrik.

Dilaporkan bahwa pabrik tersebut menunjukkan tingkat otomatisasi dan efisiensi yang jauh melampaui harapan, membuat Mibe meragukan kemampuan Honda untuk mengejar ketertinggalan. Perubahan strategi yang cepat diperlukan oleh Honda setelah perubahan kebijakan mendadak di Amerika Serikat yang menghilangkan insentif pajak untuk kendaraan listrik.

Dampaknya terasa besar, dengan Honda mengalami kerugian lebih dari US$15,7 miliar, sementara produsen otomotif AS seperti Ford dan General Motors juga mengalami kerugian besar. Meskipun demikian, Mibe menegaskan bahwa Honda tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menekan kenaikan suhu global dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pada akhir tahun lalu, Mibe mengakui bahwa perubahan kebijakan di Amerika Serikat bisa memperlambat transisi ke kendaraan listrik. Honda kemudian mengumumkan kerugian tahunan pertamanya pada bulan Maret, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kecepatan dan efisiensi operasional di pabrik EV di China.

Reaksi publik yang muncul menunjukkan frustrasi terhadap dinamika pasar di Amerika Serikat yang dianggap menghambat adopsi kendaraan listrik. Pembicaraan di forum daring menyoroti masalah suplai dan kebutuhan akan konsistensi dalam transisi energi untuk menghindari beban ekonomi jangka panjang. Dalam arah global menuju elektrifikasi, kesiapan industri dan kebijakan akan menjadi faktor penentu apakah produsen otomotif Barat bisa bersaing dengan perkembangan China.

Source link