Setelah Ramadan berlalu, masyarakat kini kembali ke rutinitas sehari-hari. Namun, terdapat pergeseran yang terlihat dalam pola belanja pasca Ramadan 2026. Data terbaru menunjukkan lonjakan yang signifikan terjadi pada kategori gaya hidup. Transaksi groceries seperti sirup dan snack hampir empat kali lipat dari rata-rata sebelum Ramadan. Fashion Muslim juga mengalami peningkatan tiga kali lipat. Tidak hanya itu, kategori non-esensial seperti peralatan olahraga dan produk elektronik rumah tangga juga mencatat pertumbuhan yang tinggi selama periode tersebut. Konsumen saat ini tidak hanya fokus pada kebutuhan Ramadan, tetapi juga memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan gaya hidup mereka.
Meski kondisi ekonomi tetap penuh tekanan, dengan inflasi yang terkendali, konsumen Indonesia mulai menunjukkan karakter sebagai rational shopper. Mereka lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja, aktif mencari harga terbaik serta memilih kanal belanja dengan lebih cermat. Peningkatan transaksi pada kategori seperti olahraga dan elektronik mencerminkan perubahan preferensi ini di mana konsumen lebih memilih produk yang memberikan manfaat jangka panjang. Kelompok usia 25-44 tahun menjadi kontributor terbesar transaksi pasca Ramadan 2026, dengan komposisi gender yang seimbang antara pria dan wanita. Metode pembayaran yang dominan adalah virtual account, diikuti oleh kartu kredit dan dompet digital.












