Suasana senja di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah dirasakan dengan kuat di Masjid Al Barkah, Bekasi. Ratusan warga dari berbagai usia berkumpul untuk berbuka puasa bersama, menciptakan momen kebersamaan yang hangat di tengah hiruk pikuk kota. Acara ini bukan hanya tentang berbagi hidangan berbuka, tetapi juga tentang merajut hubungan sosial lintas komunitas. Tradisi seperti ini menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga tentang memperkuat ikatan antar sesama.
HIBT Indonesia, sebagai penggagas acara, berpartisipasi dalam acara tersebut tanpa menonjolkan sisi seremonial, tetapi lebih fokus pada interaksi yang inklusif. Mereka tidak hanya ingin dikenal melalui inovasi, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Acara berakhir dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kabid Imaroh Masjid Agung Al Barkah, KH. Syarief Hidayatullah M.PD CDAI, sebagai doa untuk keberkahan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kehadiran berbagai kalangan dalam ruang yang sama, acara ini menunjukkan betapa tradisi berbuka bersama masih kuat sebagai perekat sosial, terutama di lingkungan perkotaan seperti Bekasi. Tanpa adanya batasan, semua orang bisa bersama-sama, berbagi cerita, dan merasakan kebersamaan yang autentik. Ini adalah pengingat bahwa dalam kemajuan kota dan kehidupan modern, ruang-ruang kebersamaan seperti ini tetap penting.












