Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dalam memastikan kualitas data pemilih menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diadakan oleh Bawaslu Sulsel dengan tema “Dinamika dan Urgensi Data Pemilih untuk Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029” di Kantor Bawaslu Sulsel pada Senin (9/3/2026).
Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, menyoroti adanya kerancuan antara data kependudukan dan data pemilih yang sering muncul dalam praktik. Menurutnya, kedua jenis data tersebut memiliki domain pengelolaan yang berbeda dan penting bagi pemangku kepentingan untuk memahami perbedaannya. Bawaslu memiliki peran strategis dalam memastikan pemutakhiran data pemilih berjalan transparan, akurat, dan dipertanggungjawabkan.
Anggota KPU Sulsel, Romi Harminto, juga menyoroti tantangan dalam pemutakhiran data pemilih, yaitu rendahnya pelaporan perubahan status kependudukan oleh masyarakat. Romi menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memperbarui data kependudukan untuk menjaga akurasi daftar pemilih.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Bawaslu Sulsel, pejabat fungsional dan struktural, serta komisioner Bawaslu kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Semua pihak menyadari betapa pentingnya sinergi antar lembaga penyelenggara untuk memperkuat akurasi data pemilih menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.












