Berita  

Bimantoro Wiyono: Dorong Pengusutan Kasus Koperasi Bahana Lintas Nusantara

Anggota Komisi III DPR RI, Bimantoro Wiyono, yang merupakan anggota FraksiGerindra.id, memberikan perhatian serius terhadap penanganan dugaan penipuan, penggelapan dana, kejahatan perbankan, serta penyertaan dana tanpa izin yang melibatkan Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN). Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang diadakan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, korban, serta kuasa hukum korban di ruang rapat Komisi III DPR RI pada Senin, 9 Maret 2026.

Bimantoro mengungkapkan keheranannya terhadap fakta bahwa platform operasional koperasi seperti Si Pintar dan Si Jangkung masih beroperasi hingga bulan Maret 2025, meskipun sebelumnya telah ada surat teguran untuk menghentikan operasional mereka sejak Agustus 2023. Ia mempertanyakan alasan di balik kelanjutan aktivitas tersebut dan memperingatkan agar tidak terlihat ada pembiaran dalam kasus ini.

Selain itu, Bimantoro juga menyoroti bahwa penanganan kasus ini belum mencapai pihak yang diduga sebagai aktor utama. Meskipun kepala cabang koperasi telah ditetapkan sebagai tersangka, pimpinan utama koperasi yang disebut bernama Nicholas belum terlibat dalam proses hukum. Menurutnya, penegak hukum perlu menelusuri hingga ke tingkat pimpinan organisasi untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan.

Diperkirakan sekitar 44 ribu korban tersebar di berbagai wilayah di Indonesia terdampak kasus ini, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp3,7 triliun. Bimantoro mendesak penegak hukum untuk melakukan asset tracing dan pemblokiran aset guna mengamankan potensi pengembalian kerugian dan mencegah pengalihan aset. Ia percaya bahwa Polda Jawa Tengah mampu mengusut kasus ini secara profesional dan transparan hingga ke akar-akarnya.

Sebagai saran penutup, Bimantoro menyarankan koordinasi yang terpadu dengan Mabes Polri untuk menangani kasus ini secara efisien dan menyeluruh mengingat besarnya dampak kerugian yang ditimbulkan dan sebaran korban yang luas.

Source link