Istilah “angin duduk” sering kali menimbulkan kebingungan di masyarakat, dimana banyak orang menganggap nyeri dada yang tiba-tiba muncul sebagai gejala angin biasa. Namun, menurut penjelasan dari dokter spesialis jantung, istilah tersebut sebenarnya hanyalah mitos belaka. Lebih lanjut, penjelasan dari dr. Nanda Iryuza, seorang Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, mengungkapkan bahwa nyeri dada tiba-tiba sebenarnya dapat menjadi tanda serangan jantung yang dapat mengancam nyawa seseorang. Hal ini dibenarkan dalam pemaparan yang dilakukan oleh dr. Nanda di Jakarta Selatan pada tanggal 4 Maret 2026.
Dokter juga menegaskan bahwa anggapan tersebut merupakan kesalahpahaman yang sering kali tersebar di masyarakat. Tentunya, penting untuk menyadari bahwa penyakit jantung menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, tanpa memandang batasan negara. Hal ini terutama berhubungan dengan penyakit jantung koroner yang seringkali disebabkan oleh penumpukan lemak atau plak kolesterol di pembuluh darah jantung. Jika plak tersebut pecah, dapat terjadi penyumbatan aliran darah secara mendadak yang merupakan pemicu serangan jantung akut.
Tak hanya nyeri dada, gejala lain yang perlu diwaspadai adalah sesak napas mendadak dan keringat dingin berlebihan, terutama saat sedang beraktivitas ringan atau bahkan saat sedang beristirahat. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala-gejala ini dan tidak menganggap enteng kondisi nyeri dada tanpa penanganan yang tepat. Gejala serangan jantung harus selalu diperhatikan dan bukanlah sesuatu yang hanya bisa diabaikan sebagai “angin duduk” belaka.












