Pada Kamis, 12 Februari 2026, Mino dari grup WINNER resmi didakwa atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Wajib Militer Korea Selatan oleh jaksa. Dakwaan tersebut menyebutkan bahwa idol tersebut tidak menjalankan tugas sebagai pekerja layanan publik selama total 102 hari tanpa alasan yang sah. Informasi dari Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Barat menunjukkan bahwa Song Mino menjalani tugas di Mapo Facilities Management Corporation dan sebuah fasilitas kesejahteraan masyarakat setempat. Sebagai pekerja layanan publik, Mino seharusnya menjalani sekitar 430 hari kerja selama masa tugas standar 1 tahun 9 bulan. Namun, jika tuduhan jaksa terbukti benar, Mino diduga melewatkan hampir seperempat dari total hari kerja yang seharusnya ia jalani.
Pasal 89-2 Undang-Undang Wajib Militer Korea menyatakan bahwa meninggalkan tugas selama delapan hari atau lebih tanpa alasan yang sah dapat dikenai hukuman penjara hingga tiga tahun. Masa tugas Mino berlangsung dari 24 Maret 2023 hingga 23 Desember 2024. Jaksa juga mengungkapkan bahwa jumlah ketidakhadiran Mino meningkat menjelang akhir masa tugas, dengan mencatat 14 hari absen pada November 2024. Selain Mino, seorang atasan yang bertanggung jawab atas pencatatan kehadiran juga ikut didakwa atas dugaan kolusi dalam manipulasi catatan kehadiran. Kasus ini dilimpahkan ke kejaksaan pada Mei tahun sebelumnya, dan melalui analisis forensik ponsel dan data GPS, jaksa mengaku menemukan bukti tambahan terkait absensi tanpa izin.












