Inara Rusli terus berjuang untuk mendapatkan kembali asuhan ketiga anaknya setelah mereka tinggal bersama Virgoun sejak November 2025. Kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan Inara dengan Insanul Fahmi menyebabkan anak-anak pindah ke pihak Virgoun. Inara mengalami kesulitan bertemu dengan anak-anaknya dan akses komunikasi mereka terbatas. Untuk menyelesaikan masalah ini, Inara melaporkan kejadian tersebut ke Komnas Perlindungan Anak dan bersedia menempuh jalur hukum jika upaya persuasif tidak berhasil.
Kuasa hukum Inara, Daru Quthny, menegaskan bahwa tujuan mereka adalah mendapatkan hak asuh anak-anak secara baik-baik tanpa memperkeruh situasi. Selain itu, kondisi kesehatan anak-anak yang terganggu akibat lingkungan perokok aktif juga menjadi alasan utama Inara untuk memperjuangkan kepulangan mereka. Hal ini juga berdampak pada kondisi mental anak-anak yang mengalami tekanan psikologis akibat pemberitaan negatif dan ujaran kebencian terhadap ibu mereka.
Setelah perceraian dengan Virgoun, hak asuh ketiga anak secara hukum berada di tangan Inara Rusli. Hal ini dipertimbangkan berdasarkan usia anak-anak serta riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang melibatkan Virgoun. Semua upaya dilakukan untuk memastikan kesejahteraan dan hak-hak anak-anak terjaga dengan baik.












