Mengetahui Bahaya yang Mengancam Anak

Pentingnya Pemahaman Anak Sebelum Akses Ruang Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menekankan pentingnya mempersiapkan anak sebelum mereka mengakses ruang digital. Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), menegaskan bahwa sebelum memperkenankan anak-anak beraktivitas di dunia digital, mereka harus dipersiapkan terlebih dahulu. Artinya, anak-anak perlu memahami apa yang mereka cari atau lihat, serta paham akan konsekuensinya. Saat ini, pola asuh orangtua cenderung protektif di dunia nyata namun kurang waspada saat anak mengakses platform digital.

Alfreno menyarankan agar prinsip yang sama saat memberikan izin anak untuk keluar rumah setelah mandiri diterapkan pula sebelum mengizinkan anak-anak mengakses platform digital. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang ketat dalam hal verifikasi usia untuk platform digital. Hal ini bertujuan untuk menertibkan platform digital dengan memberlakukan sanksi mulai dari teguran, denda administratif, hingga pemblokiran jika melanggar aturan.

Kemkomdigi juga memberikan perhatian pada game online yang memiliki fitur interaksi antar-pemain, yang dianggap memiliki risiko tinggi bagi anak. Oleh karena itu, Indonesia Game Rating System (IGRS) telah diterbitkan untuk mengklasifikasikan game berdasarkan usia dan risiko. Ancaman teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sorotan, terutama dalam hal teknologi deepfake yang berpotensi memanipulasi wajah seseorang menjadi konten berbahaya. Kemkomdigi mengambil tindakan tegas dengan memblokir fitur atau platform yang memfasilitasi konten berbahaya tersebut.

Alfreno mengingatkan tentang bahaya teknologi deepfake dan mengajak orangtua untuk menjadi garda terdepan dalam mendampingi anak dalam mengakses ruang digital. Interaksi di ruang digital sebaiknya dilakukan secara dua arah, seperti menonton film dokumenter bersama dan mendiskusikannya, sebagai alternatif dari hanya membiarkan anak bermain game online sendirian berjam-jam. Dengan adanya pemahaman yang baik dan pengawasan yang tepat, ruang digital dapat menjadi tempat yang aman dan memberdayakan bagi pertumbuhan serta perkembangan anak Indonesia.

Source link