Indonesia dan Inggris Sepakat Garap Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah setuju untuk meningkatkan kerja sama di sektor maritim. Salah satu proyek yang disepakati adalah pembangunan kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, kesepakatan tersebut melibatkan pembangunan 1.582 kapal nelayan. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional dan juga memperkuat industri maritim dalam negeri.
Teddy menyatakan bahwa proyek ini diharapkan dapat menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja di Indonesia, termasuk 30.000 awak kapal, 400.000 pekerja di sektor produksi dan perakitan kapal, serta sekitar 170.000 orang yang akan mendapat manfaat dari efek pengganda kegiatan ekonomi maritim.
Selain pembangunan kapal nelayan, Inggris juga berkomitmen untuk melakukan investasi yang signifikan di Indonesia, dengan nilai mencapai 4 miliar Pound Sterling atau sekitar Rp90 triliun.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan PM Keir Starmer berlangsung di kantor Perdana Menteri Inggris. Kedua pemimpin membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang mencakup kerja sama ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, pertahanan dan politik luar negeri, ekonomi biru, serta transisi energi.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris telah terjalin sejak Desember 1949 dan terus berkembang melalui berbagai perjanjian serta kerja sama strategis yang saling menguntungkan selama lebih dari tujuh dekade.












